Senin, 14 Januari 2013

ADA KUASA DALAM HADIRAT-NYA


Oleh: Hadiran Halawa S.Th


" Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik”.Mzr 84:11

Adalah salah satu pernyataan terhebat dari pemazmur bani korah yang rindu dan lapar akan hadirat Tuhan setiap saat. Kalau kalimat dari pernyataan ini diungkapkan oleh seorang yang biasa saja, yang hidupnya biasa-biasa saja. mungkin maknanya tidak terlalu dalam untuk kita pahami. Tapi sungguh luar biasa pernyataaan keluar dari mulut pemazmur bani korah, yang pada masa pemerintahan Yosafat memilki tugas sebagai penyanyi atau penyembah/worshiper dalam bait Allah, yang tentunya memiliki kedekatan yang begitu initm dengan Tuhan. Yang sudah pernah mengecap bagaimana rasanya tinggal dalam hadirat Tuhan, dan bagaimana rasanya kalau tinggal diluar hadirat Tuhan. Akhirnya membuat suatu perbandingan objektif bahwa lebih baik satu hari dipelataran Tuhan (Dalam hadirat Tuhan) dari pada seribu hari di tempat lain (dunia dengan segala kemawahan). Artinya kemewahan, kegemilangan, kenikmatan apapun yang terhebat yang ditawarkan oleh dunia ini, tak dapat dibandingkan sedikitpun ketika berada dalam hadirat Tuhan. ).

Menarik sekali bahwa pemazmur hanya membicarakan pelataran Tuhan atau “ambang pintu” dari rumah Allah dalam perbandingan dengan tempat yang lain dan kemah-kemah orang fasik. Dalam kemah suci orang Israel ada tiga ruang yaitu, Ruang maha kudus, ruang kudus, dan pelataran (halaman dari kemah suci ) Ia tidak memperbandingkan tempat yang lain dan kemah orang fasik dengan ruang suci atau ruang mahasuci. Tentunya pemazmur ingin berkata bahwa pelataran Tuhan saja sudah begitu menyenangkan daripada tempat yang lain atau kemah orang fasik apalagi ruang suci dan ruang mahasuci? Tentunya lebih tidak dapat diperbandingkan lagi betapa menyenangkan dan betapa damainya hati tinggal didalamnya, yang membuat pemazmur tinggal betah dalam hadirat Tuhan, seperti lagu rohani yang sering kali kita dengar “kuingin tetap disini menikmati baitMU”. Indahnya tinggal dalam hadiratNya.

Ada apa dengan hadirat Tuhan..??
Hadirat Tuhan adalah manifestasi kehadiran Allah dalam kehidupan setiap orang-orang kudusnya. Kalau dalam perjanjian lama hadirat Allah dilambangkan dengan tabut perjanjian. Tabut perjanjian ini sesuatu hal yang sangat dihormati, dijaga, diharapkan, dinanti-nantikan oleh seleruh bangsa Israel, mereka takut pergi berperang kalau tidak ada tabut perjanjian. Dimana ada tabut perjanjian pasti disitu ada kemenangan, kelepasan, kelimpahan, kedamaian, ketentraman. II SAMUEL 4:11-12
Dalam dua ayat di atas memberitahukan kepada kita bahwa selama tiga bulan rumah Obed-Edom beserta segala yang ada padanya diberkati Tuhan karena ada Tabut Allah (peti Allah) di rumah itu. Ketika raja Daud mendengar bahwa rumah Obed-Edom diberkati dengan luar biasa karena Tabut Allah, maka ia menyuruh supaya Tabut Allah dipindahkan ke kota Daud yaitu Yerusalem supaya seluruh Yerusalem bahkan seluruh Israel diberkati oleh karena Tabut Allah itu.
Dengan memahami hal ini,semakin jelas bagi kita kenapa pemazmur hanya menginginkan tinggal dalam dipelataran Tuhan (hadirat Tuhan). Tidak ada tempat lain yang lebih menyenangakan, yang lebih nyamana dan damai dari pada dalam hadirat Tuhan. Tidak bisa tergantikan oleh barang dan suasanan apapun yang terbaik yang pernah dunia tawarkan dalam kehidupan ini.

Hadirat Tuhan adalah solusi untuk setiap persoalan hidup !!
 Dalam hadirat Tuhan kita dimungkinkan untuk melihat setiap permasalahan dan persoalan hidup dalam persperktif yang berbeda, yaitu selalu melihat segala aspek kehidupan ini dalam “kaca matanya Tuhan”. Kita dibawa dalam suatu dimensi sorgawi, atmosfer surga dimana terdapat kedamaian, sukacita, kekuaatan yang baru. Kendati berada di tengah-tengah persoalan hidup yang begitu hebat. Dalam hadirat Tuhan kita dimampukan untuk mengucap syukur walaupun tidak ada alasan bagi kita untuk mengucap syukur karena persoalan hidup yang demikian berat datang silih berganti. kita dimampukan untuk mengasihi dan mengampuni orang yang mungkin telah menyakiti hati kita, dimampukan untuk menanggalkan segala keegoan pribadi dan membiarkan kehendak Kristus saja yang terlaksana. Setiap karakter jelek kita bisa diubahkan dalam hadirat Tuhan. Dalam hadirat Tuhan tidak ada ketakutakan, kegelesihan, kekhawatiran akan hidup hari esok, tapi yang ada hanyalah kedamaian, ketenangan, kenyamanan kendati di tengah-tengaah ombak kehidupan sekalipun, sama seperti Yesus yang tidur dengan nyenyak diburitan ketika murid-muridnya sedang takut, gelisah, khawatir .

Saya sangat yakin dan percaya bahwa satu-satunya solusi dan kunci yang dibutuhkan oleh anak-anak Tuhan di tengah-tengah dunia yang tidak menentu dan semakin hari semakin jahat ini, adalah tinggal tetap dalam hadirat Tuhan. Bukan hanya pada saat ibadah digereja, ibadah keluarga, doa malam, doa pagi, tetapi setiap saat, moment by moment tinggal tetap dalam hadiratNya, seperti perkataan Yesus “tinggallah dalam Aku dan Aku dalam kamu”. Sebab tinggal dalam hadirat Tuhan artinya kita sedang tinggal dalam suatu atmosfer sorgawi, Inilah yang membuat kita semakin memilki kepekaan rohani yang tinggi. Tinggal tetap dalam hadirat Tuhan memungkinkan setiap anak-anak Tuhan untuk semakin cakap dalam menghadapi berbagai-bagai macam persoalan hidup, bahkan seperti Yesaya 40:31 "tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."

Kiranya pernyataan hebat pemazmur bani Korah yang lapar dan haus akan hadirat Tuhan menjadi pernyataan dan kerinduan terhebat kita juga. Dimulai dari sebuah kerinduan akan hadirat-Nya, membangun hubungan yang semakin intim dengan Tuhan, maka kita akan mengalami pengalaman spektakuler bagaimana indahnya tetap tinggal dalam hadirta-Nya setiap saat. Amen..!!


By: Hadiran Halawa, S.Th

Tidak ada komentar:

Posting Komentar