Oleh: Hadiran Halawa S.Th
" Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik”.Mzr 84:11
Adalah salah satu pernyataan terhebat dari pemazmur bani korah yang rindu dan
lapar akan hadirat Tuhan setiap saat. Kalau kalimat dari pernyataan ini
diungkapkan oleh seorang yang biasa saja, yang hidupnya biasa-biasa saja.
mungkin maknanya tidak terlalu dalam untuk kita pahami. Tapi sungguh luar biasa
pernyataaan keluar dari mulut pemazmur bani korah, yang pada masa pemerintahan
Yosafat memilki tugas sebagai penyanyi atau penyembah/worshiper dalam bait
Allah, yang tentunya memiliki kedekatan yang begitu initm dengan Tuhan. Yang
sudah pernah mengecap bagaimana rasanya tinggal dalam hadirat Tuhan, dan
bagaimana rasanya kalau tinggal diluar hadirat Tuhan. Akhirnya membuat suatu
perbandingan objektif bahwa lebih baik satu hari dipelataran Tuhan (Dalam
hadirat Tuhan) dari pada seribu hari di tempat lain (dunia dengan segala
kemawahan). Artinya kemewahan, kegemilangan, kenikmatan apapun yang terhebat
yang ditawarkan oleh dunia ini, tak dapat dibandingkan sedikitpun ketika berada
dalam hadirat Tuhan. ).
Menarik sekali bahwa pemazmur hanya membicarakan pelataran Tuhan atau “ambang
pintu” dari rumah Allah dalam perbandingan dengan tempat yang lain dan
kemah-kemah orang fasik. Dalam kemah suci orang Israel ada tiga ruang yaitu,
Ruang maha kudus, ruang kudus, dan pelataran (halaman dari kemah suci ) Ia
tidak memperbandingkan tempat yang lain dan kemah orang fasik dengan ruang suci
atau ruang mahasuci. Tentunya pemazmur ingin berkata bahwa pelataran Tuhan saja
sudah begitu menyenangkan daripada tempat yang lain atau kemah orang fasik
apalagi ruang suci dan ruang mahasuci? Tentunya lebih tidak dapat
diperbandingkan lagi betapa menyenangkan dan betapa damainya hati tinggal
didalamnya, yang membuat pemazmur tinggal betah dalam hadirat Tuhan, seperti
lagu rohani yang sering kali kita dengar “kuingin tetap disini menikmati
baitMU”. Indahnya tinggal dalam hadiratNya.
Ada apa dengan hadirat Tuhan..??
Hadirat Tuhan adalah manifestasi kehadiran Allah dalam kehidupan setiap
orang-orang kudusnya. Kalau dalam perjanjian lama hadirat Allah dilambangkan
dengan tabut perjanjian. Tabut perjanjian ini sesuatu hal yang sangat
dihormati, dijaga, diharapkan, dinanti-nantikan oleh seleruh bangsa Israel,
mereka takut pergi berperang kalau tidak ada tabut perjanjian. Dimana ada tabut
perjanjian pasti disitu ada kemenangan, kelepasan, kelimpahan, kedamaian,
ketentraman. II SAMUEL 4:11-12
Dalam dua ayat di atas memberitahukan kepada kita bahwa selama tiga bulan rumah
Obed-Edom beserta segala yang ada padanya diberkati Tuhan karena ada Tabut
Allah (peti Allah) di rumah itu. Ketika raja Daud mendengar bahwa rumah
Obed-Edom diberkati dengan luar biasa karena Tabut Allah, maka ia menyuruh
supaya Tabut Allah dipindahkan ke kota Daud yaitu Yerusalem supaya seluruh
Yerusalem bahkan seluruh Israel diberkati oleh karena Tabut Allah itu.
Dengan memahami hal ini,semakin jelas bagi kita kenapa pemazmur hanya
menginginkan tinggal dalam dipelataran Tuhan (hadirat Tuhan). Tidak ada tempat
lain yang lebih menyenangakan, yang lebih nyamana dan damai dari pada dalam
hadirat Tuhan. Tidak bisa tergantikan oleh barang dan suasanan apapun yang
terbaik yang pernah dunia tawarkan dalam kehidupan ini.
Hadirat Tuhan adalah solusi untuk setiap persoalan hidup !!
Dalam hadirat Tuhan kita dimungkinkan untuk melihat setiap permasalahan dan
persoalan hidup dalam persperktif yang berbeda, yaitu selalu melihat segala
aspek kehidupan ini dalam “kaca matanya Tuhan”. Kita dibawa dalam suatu dimensi
sorgawi, atmosfer surga dimana terdapat kedamaian, sukacita, kekuaatan yang
baru. Kendati berada di tengah-tengah persoalan hidup yang begitu hebat. Dalam
hadirat Tuhan kita dimampukan untuk mengucap syukur walaupun tidak ada alasan
bagi kita untuk mengucap syukur karena persoalan hidup yang demikian berat
datang silih berganti. kita dimampukan untuk mengasihi dan mengampuni orang
yang mungkin telah menyakiti hati kita, dimampukan untuk menanggalkan segala
keegoan pribadi dan membiarkan kehendak Kristus saja yang terlaksana. Setiap
karakter jelek kita bisa diubahkan dalam hadirat Tuhan. Dalam hadirat Tuhan tidak
ada ketakutakan, kegelesihan, kekhawatiran akan hidup hari esok, tapi yang ada
hanyalah kedamaian, ketenangan, kenyamanan kendati di tengah-tengaah ombak
kehidupan sekalipun, sama seperti Yesus yang tidur dengan nyenyak diburitan
ketika murid-muridnya sedang takut, gelisah, khawatir .
Saya sangat yakin dan percaya bahwa satu-satunya solusi dan kunci yang
dibutuhkan oleh anak-anak Tuhan di tengah-tengah dunia yang tidak menentu dan
semakin hari semakin jahat ini, adalah tinggal tetap dalam hadirat Tuhan. Bukan
hanya pada saat ibadah digereja, ibadah keluarga, doa malam, doa pagi, tetapi
setiap saat, moment by moment tinggal tetap dalam hadiratNya, seperti perkataan
Yesus “tinggallah dalam Aku dan Aku dalam kamu”. Sebab tinggal dalam hadirat
Tuhan artinya kita sedang tinggal dalam suatu atmosfer sorgawi, Inilah yang
membuat kita semakin memilki kepekaan rohani yang tinggi. Tinggal tetap dalam
hadirat Tuhan memungkinkan setiap anak-anak Tuhan untuk semakin cakap dalam
menghadapi berbagai-bagai macam persoalan hidup, bahkan seperti Yesaya 40:31
"tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru:
mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka
berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."
Kiranya pernyataan hebat pemazmur bani Korah yang lapar dan haus akan hadirat
Tuhan menjadi pernyataan dan kerinduan terhebat kita juga. Dimulai dari sebuah
kerinduan akan hadirat-Nya, membangun hubungan yang semakin intim dengan Tuhan,
maka kita akan mengalami pengalaman spektakuler bagaimana indahnya tetap
tinggal dalam hadirta-Nya setiap saat. Amen..!!
By: Hadiran Halawa, S.Th
Tidak ada komentar:
Posting Komentar