Selasa, 03 November 2020

AKU INI

 Oleh: Hadiran Halawa

Matius 14: 27 “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” 

Yesus cukup berkata “Aku ini”. Kalimat ini  cukup bagi para murid saat itu untuk mengenali bahwa yang berjalan diatas air itu ternyata bukanlah hantu seperti yang mereka kira sebelumnya melainkan guru mereka sendiri. 

Tidak perlu menyebutkan Namanya seperti Dia memperkenalkan dirinya kepada Paulus di jalan tarsus dengan berkata “saya adalah Yesus” sebab Paalus saat itu belum mengenal Yesus. Tapi kepada para muridnya yang sudah hidup Bersama-sama dengan tiap-tiap hari cukup berkata Aku ini, maka para murid langusung mengenali bahwa itu Yesus.

Sama seperti domba mengenal suara gembalanya (Yohanes 10:4).  pasangan suami istri pasti bisa mengenali suara pasangannya walaupun sang suami bersuara dijarak yang cukup jauh, isitri bisa menganal suara sang suami. Itu karena sudah saling mengenal dan sangat terbiasa mendegar suara itu tiap hari. 

Adalah sangat penting bagi kita sebagai orang percaya untuk semakin mengenal Tuhan dengan bergaul intim dengannya setiap hari sehingga kita bisa mengenal suaranya. Pengenalan kita yang benar dan dalam akan Tuhan akan menjadi fondasi kekuatan kita Ketika diperhadapkan dengan kesulitan hidup.

Aku Ini mengandung makna: 

  1. Aku ini Tuhan bukan hantu yang meneror,.mengintimidasi hidupmu, tapi Tuhan  yang siap menolongmu.

  2. Aku ini Tuhan yang mengontrol segala sesuatu, termasuk badai didalam kehidupan, tidak akan terjadi sesuatu tanpa seijin Tuhan. Bahkan termasuk sehelai rambut dikepala kita sekalipun

  3. Aku ini Tuhan yang selalu hadir dalam setiap segala keadaan. Aku hadir dalam puncak gunung sukacitamu dan  juga hadir dalam lembah dukacitamu.

  4. Aku Ini Tuhan yang  Slalu mengerti dan peduli akan pergumulan

Yesus pernah mengalami berbagai persoalan hidup di bumi, menderita, lapar, sehingga dia bisa memahami dan peduli dengan penderitaan kita manusia


Perkataan Yesus inilah yang menyebabkan Petrus meminta suatu hal yang mustahil: “suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air”. Apakah yang dia pikirkan? Apakah yang menyebabkan Petrus mempunyai keberanian untuk mencoba hal yang belum pernah terjadi sebelumnya? Ia tidak sedang mencari tantangan yang mendebarkan, ataupun mencoba membuat orang terkesan. Yang mendorong keberanian Petrus adalah kata-kata Yesus: “Aku ini”. 

Bila orang yang berjalan di atas air itu adalah Tuhan, tidak ada lagi alasan untuk takut; segalanya akan baik-baik saja. Bila bukan Yesus yang ada di sana, Petrus mungkin tidak akan pernah berpikir untuk berjalan di atas air menghampiriNya. Tetapi itu adalah Yesus, dan itu sudah cukup untuk Petrus melakukan hal yang mustahilan

Paulus berkata dalam roma 8:31 "Jika Allah ada dipihak kita, siapakah yang menjadi lawan kita. 

37: Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: ”Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 

TENANGLAH

Oleh : Hadiran Halawa

Matius 14: 27 “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” 

Perataan Yesus kepada para Murid yang aedang ketakutan oleh karena gelombang badai dan juga karena takut karena melihat hantu, padahal sebenarnya Yesus yang sedang baerjalan diatas air. Yesus berkata kepada mereka "Tenanglah"

Setiap orang pasti punya masalah dan pergumulan hidup masing2. Namun tidak semua orang bisa menghadapi persoalan hidup dengan tenang. Banyak orang yang cenderung panik, cemas,gelisah ketika berhadapan dengan masalah. sehingga bukan solusi atas masalah yang ditemukan, tetapi justru masalah semakin membuat persoalan bertambah rumit.  

Ketika kita perhadapkan kesulitan, kesukaran, badai kehidupan Yesus mengajar kita untuk tetap tenang. Tenang bukan berarti diam berpangkub tangan tanpa melakukan apa2, tetap jiwa kita yang harus tetap tenang, hati serta pikiran harus tetap jernih dan fokus. Damai sejahtera tetap menguasai hati kita.

Alasan kenapa kita harus tenang dalam meghadapi setiap masalah dan persolan hidup adalah 

1.Orang yang Tenang adalah orang kuat

Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 30:15b “Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu". Orang yang mampu bersikap tenang akan dapat menghadapi segala persolan hidup. Kita seringkali dikalahkan oleh masalah, bukan karena kita terlalu lemah, atau masalahnya terlalu besar seperti goliath, tetapi seringkali karena kita sendiri sudah panik duluan, gugup, cemas, kuatir dan kehilangan kendali. Orang yang tidak bersikap tenang dalam menghadapi masalah akan lebih cenderung berpikiran negative, logika berpikirnya tidak jalan, sehingga keputusan-keputusan yang diambilpun banyak yang salah, kesimpulan cenderung salah, reaksipun salah. Para murid berkesimpulan salah mengira Yesus adalah hantu dan bereaksi salah dengan berteriak ketakutan. 

2. Orang yang tenang adalah orang Bisa berdoa

Petrus menasehati kita “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa (1Petrus 4:7). Orang yang bersikap tenang dalam keadaan sulit pastilah dapat berdoa. Dan juga tidak hanya bisa menyampaikan pergumulannya kepada Tuhan dalam doa ,tetapi juga bisa mendengar apa yang menjadi kehendak Tuhan untuk dilakukan dalam hidupnya.

3. Orang Yang tenang adalah orang Bisa melihat Tuhan dan KuasaNya.

Mazmur 46:11 " Diamlah dan ketahuilah, bahwa AKUlah Allah"

Dalam ketenangan kita bisa melihat kuasa karya tangan Tuhan bekerja ditengah-tengah badai kehidupan yang kita alami. Kita bisa merasakan kehadiran Tuhan dan pertolonganya. sebaliknya orang tidak tenang, panik...Tuhan yang dihadapannya bisa dianggap sebagai hantu, seperti para murid saat itu.

andai saja orang percayamengambil waktu untuk hening sejenak menenangkan jiwa, maka kita akan melihat bahwa dibalik badai kehidupan yang sedang bergelora ada kehadiran Allah yang misterius, ada tangan Tuhan yang tak terlihat oleh mata yang menolong, menjaga, melindungi kita. roma 8: 28

Allah Turut bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi dia 

Jika hari2 ini kita dibuat panik oleh kesulitan dan pergumulan hidup marilah kita tetap tenang.

TAAT SEKALIPUN TIDAK MENGERTI

Oleh: Hadiran Halawa

Karena iman Abraham taat, Ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui Ibrani 11:8

Pada saat saya belajar dibangku sekolah Teologi, Saya masih ingat perkataan dosen saya Ketika menyampaikan kata-kata nasehat dan dorongan kepada kami mahasiswa Teologi yang sebentar lagi akan diutus untuk menjalani masa praktek selama 1 tahun di gereja. Sang Dosen berkata “saya tidak memiliki apa-apa untuk saya beri kepada kalian sebagai modal dalam pelayanan, saya  hanya bisa berikan  SEJUTA untuk setiap kalian. Mendengar hal itu sontak semua para mahasiswa bersorak kegirangan, termasuk saya di dalamnya senangnya bukan main, berpikir bahwa bahwa diakhir dari pelajaran ini akan dapat uang 1 juta dari pak Dosen.Lumayan bisa dipakai buat ongkos ke tempat pelayanan dan belanja untuk keperluan ketika ditempat pelayanan nanti. Tapi kemudian rasa gembira itu seketika hilang lenyap Ketika sang Dosen melanjutkan perkataanya, dengan berkata “Sejuta” itu adalah SEtia, JUjur, & TAat. Jadi kalau kalian setia, jujur, dan taat pasti akan berhasil pungkas sang Dosen. Langusung saja mahasiswa melonggo semua saling lihat-lihatan,  tidak jadi dapat uang sejuta.

Salah satu kunci yang sangat penting untuk kita lakukan dalam hidup ini jika ingin berhasil dan hidup dalam berkat pemeliharaan Tuhan adalah hidup dalam ketaatan. Bagian reff dari lagu “Trust and Obey” berkata “Trust and obey for there’s no other way to be happy in Jesus but to trust and obey”. Tidak ada jalan untuk Bahagia, sukacita, berkecukupan, diberkati selain memberi diri untuk bersandar/percaya dan taat sepenuh kepada Tuhan, taat melakukan apa yang Tuhan mau walaupun terkadang tidak mengerti alasan kenapa melakukan itu. Barangkali bagi dunia adalah suatu kebodohan, barangkali diejek, dihina, dianggap sudah gila seperti  Nuh yang membangun bahtera diatas gunung sebagai bukti ketaatannya kepada perintah Tuhan. Barangkali orang mempertanyakan apakah betul Tuhan yang suruh melakukan itu.

Akan lebih mudah bagi kita untuk taat melakukan sesuatu yang diperintahkan Tuhan kalau kita mengerti alasannya kenapa dan tau akhirnya seperti apa. Tapi seringkali Tuhan tidak menjelaskan kepada kita detail alasan dari setiap perintahnya untuk kita taati. Hidup dalam ketidak taaatan sudah jadi kecenderungan manusia pada umumnya. Ketiak kita mendapatkan perintah dari Tuhan misalnya Tuhan menyuruh kita memberikan sejumlah uang kepada seseorang biasanya kita akan menimbang-nimbang dan berpikir ulang 1000 x untuk mentaatinya.  Apalagi disuruh melakukan sesuatu hal yang bertentangan dengan akal pikiran rasional, akan semakin bertambah sulit untuk taat. Butuh iman yang besar untuk melangkah dalam ketaatan melakukan sesuatu hal yang kita tidak mengerti.

Salah satu alasan kenapa Tuhan tidak menjelaskan semua hal secara detail kepada kita ketika Dia menyuruh kita melakukan sesuatu adalah. Yesaya 55:8-9 berkata  :”TUHAN berkata, pikiranku bukan pikiranmu, dan jalanKu bukan jalanmu. Setinggi langit diatas bumi, setinggi itulah pikiranKu dari pikiranmu, dan jalanku atas jalanmu”. Biarpun Tuhan mau mencoba menjelaskan kepada kita tentang suatu hal yang Dia suruh untuk kita lakukan, tentulah akan sangat sulit bagi pikiran kita  untuk mengerti dan memahaminya. Itulah sebabnya kita perlu taat daperacaya saja. Tugas kita bukan untuk mengerti , tugas kita adalah hanya percaya dan taat saja.

Bukankah terkadang orang tua terhadap anak yang masih kecil tidak harus menjelaskan secara detail kepada sang anak Ketika disuruh untuk melakukan sesuatu. Itu karena biarpun orang tua menjelaskan sebaik apapun, pasti sang anak yang masih kecil sulit memahami dan mengerti karena pikiranya belum sampai, yang pastinya orang tua tau lebih baik dan sang anak tinggal taat saja.

Sejarah mencatat bahwa ada banyak orang dari masa ke masa, orang yang diaggap bodoh, gila, karena taat melakukan kehendak Tuhan, sekalipun tidak masuk akal, namun mereka tetap taat, mereka adalah orang-orang yang hidup sukses, hidup dalam berkat pemeliharaan Tuhan.

Abraham

Abraham menerima perintah sekaligus janji dari Tuhan “pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat “ (Kej. 12:1-3).

Abraham tidak tau sama sekali kemana Tuhan akan membawanya, yang dia tau bahwa Tuhan menyuruhnya keluar dari rumah ke tempat yang akan Tuhan tunjukan. Coba bayangkan kalau anda berada diposisi Abraham yang menerima mandat ini dari Tuhan. Arti nama Abraham adalah bapak banyak bangsa. Bisa bayangkan ketika Abraham mulai jalan berserta dengan istri, anak buah, sejumlah ternak yang mengikutnya dengan barang bawaan yang banyak. Kemudian barangkali ada orang yang ketemu dengan dia ditengah jalan dan bertanya.. siapa namamu ? “Abaraham”. Apa arti namamu itu ? “bapa banyak bangsa”..oh kamu sudah punya anak berapa ? “belum ada”, sudah umur berapa pak Abraham ?, “100 thn”. Oh kamu bapak banyak bangsa tapi faktanya kamu belum punya anak. Ok..Trus sekarang pak Abraham hendak kamana ini beserta rombongan dan ternak yang banyak…? “ke tanah yang Tuhan akan tunjukan”.   Coba bayangkan anda diposisi Abraham atau anda yang sedang bertanya kepada Abraham ditengah jalan, apa tidak akan berpikir bahwa Abraham ini sudah tidak waras, sudah gila. Tapi Alkitab mencatat bahwa Abraham tetap saja taat kepada apa yang Tuhan perintahkan walaupun tidak mengerti dan bahkan orang mungkin menggap dia sudah gila.

Yosua

Ketika bangsa Israel telah berhasil menyebrangi sungai Yordan dan sudah dalam perjalanan mendekati kota Yerikho, Yosua ketemu dengan balatentara Tuhan yang menyampaikan pesan Tuhan. Inti pesan yang sampaikan bahwa Tuhan akan menyerahkan kota Yerikho beserta pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa kedalam tangan Yosua, tapi tidak perlu pake senjata apapun cukup bawa sangkakala tanduk domba, tidak perlu pakai strategi perang yang macam-macam layaknya dimedan perang, cukup kelilingi saja tembok Yerikho 6 hari dan di hari yang ketuju kelilingi lagi sebanyak tujuh kali. Tidak perlu pakai otot cukup pakai suara saja bersorak-sorak.

Coba bayangkan bagaimana Yosua menjelaskan sesuatu hal yang tidak masuk akal ini kepada para imam, kepada barisan prajurit Israel. Bagaimana kalau ada diantara para imam atau prajurit yang berkata,,,ini apa2an mau pergi perang atau pikinik jalan-jalan, mau pergi perang atau mau main konser music. Yang benar aja lah bos Yosua,barangkali pak Yosua salah dengar, itu pasti bukan dari Tuhan. Strategi perang macam apa ini, tidak pernah ada ceritanya orang berperang hanya dengan jalan-jalan, bersorak-sorak kemudian musuh kalah. Ayolah ini tidak sesuai dengan perkembangan jamam, ini sudah abad 21 tidak releven strategi itu. Tidak akan berhasil, tidak akan pernah bisa menang dengan cara itu. Tapi lagi-lagi Alktitab mencatat Yosua, para imam, seluruh orang Israel taat melakukan apa yang Tuhan katakan dan mereka berhasil menguasai kota Yerikho.

Melangkah dulu melakukan apa yang Tuhan suruh untuk kita lakukan, nanti pada akhirnya kita akan mengerti alaasannya. Bahkan andaikatapun kita tidak mengerti selama kita hidup di bumi, nanti kita akan tanyakan kepada Tuhan saat kita bertemu dengan Dia di sorga.

10 Orang Kusta

Ada sepuluh orang kusta yang datang kepada Yesus meminta untuk disembuhkan dari penyakit kusta yang mereka derita. Dan Yesus berkata kepada mereka “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam”. Coba bayangkan kalau ada diantara mereka yang protes. “ Tapi guru belum menumpangkan tangan keatas saya, guru belum mengucapak kalimat-kalimat hardikan  seperti yang biasa guru lakukan mengusir roh jahat dan sakit pernyakait. Atau barangkali guru oleskan tanah aja yang bercampur ludah ke badan saya saja biar sembuh, atau bisa juga guru suruh saya masuk nyebur ke kolam siloam saja seperti yang guru pernah lakukan.” Tapi Alkitab mencatat ke 10 kusta ini taat mereka pergi melakukan apa yang Yesus perintahkan dan ditengah jalan mereka menjadi sembuh. Kalau ada diantara mereka yang protes dan tidak taat tentulah ia tidak akan mengalami kesembuhan.

Ketika Tuhan menyuruh kita untuk melakukan sesuatu yang tidak masuk akal meurut pikiran kita manusia, kita cukup percaya kepada hal berikut ini:

1.Kita cukup percaya kepada Firman yang tidak akan Kembali dengan sia-sia. Yesaya 55:11 "Demikianlah FirmanKu yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki,dan akan berhasil dalam apa yang kusuruh kepadanya. 

2.Percaya kepada kasihnya kepada kita seperti gambaran kasihNya dalam cerita perumpaan anak yang hilang

3.Kita bisa percaya bahwa Allah yang kita sembah adalah yang ahli kemustahilan. Tidak ada yang sukar baginya. Sesungguhnya , Akulah TUHAN, Allah seala makhluk;adakah sesuatu apa pun yang musthil untuk-Ku" (Yeremia 32:27).

Hal ini akan menjadi kekuatan bagi kita untuk melakukan apa yang Tuhan suruh sekalipun kita tidak mengerti

Selasa, 08 September 2020

APAKAH CHIP RFID 666 ADALAH TANDA ANTIKRISTUS SEPERTI NUBUATAN DI KITAB WAHYU 13:16-18 ???

Oleh: Hadiran Halawa

PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi telah membuat semua hal menjadi praktis dan cepat sehingga membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Salah satu contohnya dalam hal bertransaksi. Dulu kita hanya bisa bertansaksi dengan memakai uang tunai, sekarang kita mengenal pembayaran non tunai dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debet. Kemajuan teknologi terus berkembang sehingga sekarang system transaksi non tunai bergeser ke e-money atau uang elektronik. Sekarang ini kita sudah bisa bertransaksi hanya dengan menggunakan e-money, melalui pembayaran aplikasi digital seperti OVO, GO PAY, DANA.

Tapi bagi sebagian orang Kristen kemajuan teknologi bisa menajadi sesuatu hal yang sangat menakutkan. Pada saat computer pertama sekali dibuat dan dipopulerkan, Sebagian orang Kristen menjadi takut dan gelisah, kerena mereka mengganggap computer adalah alat bagi antikrsitus untuk menguasai dunia. Begitu juga dengan televisi, bardcode, Kartu ATM, Sim card Hp selalu disinyalir  oleh Sebagian orang Kristen sebagai alat bagi antikristus. Padahal alat-alat tersebut sangatlah bermanfaat bagi kehidupan manusia, tak terkecuali gereja sampai hari ini telah ikut menikmati manfaat dari peralatan teknologi canggih tersebut.

Belakangan ini beredar sebuah isu di media sosial seperti facebook, whatsapp dan media sosial  lainya yang menyatakan bahwa mentri kesesehatan Amerika Serikat sudah menandatangani persetujuan untuk menanamkan Chip ketubuh warganya di tengah pandemi Covid-19 yang diberi nama Chip 666. Disebutkan juga bahwa Senat Amerika telah mengesahkan undang-undang kesehatan yang digagas  sejak era Presiden Barack obama. Undang-undang tersebut mengharuskan penanaman Chip Radio Frequency Identification (RFID) untuk mengakses perawatan medis. Microchip ini ditanam dibagian tubuh manusia, bisa didahi, juga bisa ditangan.

Hal ini tentu  menambah ketakutan, kekhawatiran dan  kegelisahan bagi banyak orang Kriseten, karena Microchip ini langsung dihubungkan dengan sebuah nubuatan dalam kitab wahyu 13:16-18 “ Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya. Dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu yaitu nama binatang itu atau bilangan Namanya. Yang penting disini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Beberap tahun lalu beredar kabar bahwa demo pemasangan chip ini akan digelar di di Indonesia yakni di ICE BCD Tangerang. Sampai beredar sebuah postingan yang menggugah sebuah foto dan diberi narasi “Jangan terima Chip RFID 666 di lengan Anda apapun yang terjadi. Mengapa ? sebab anda akan dibakar dineraka selama-lamanya dengan api belerang”. Tapi kemudian setelah ditelusuri ternyata isu yang beredar itu hanyalah sebuah hoax, seperti yang dilansir Kominfo “Cerita tentang chip implant 666 RFID yang ditanam ditangang tidak terbukti alias hoaks, berasal dari teori liar yang dihembuskan oleh para pecinta teori konspirasi, kemudian dihubungkan dengan agama dengan mengatakan bahwa angka 666 merupakan symbol kejatahan anti-Kristus.[1]

Belum lama ini beredar lagi isu bahwa Bill Gates orang terkaya di dunia menanamkan alat pelacak atau chip pada manusia dalam vaksin virus corona.  Bahkan hamper 28 persen orang dewasa di Amerika serikat (AS) mempercayai teori konspirasi tersebut. Bill Gates sudah membantah isu tuduahan hoax tersebut.[2]

Walaupun isu-isu yang sempat beredar itu ternyata adalah hoaks, namun bukan tidak mungkin kedepan dengan perkemajuan teknologi yang kian pesat, microchip akan benaran ditanam dalam tubuh manusia. Di Inggris ada seorang remaja yang baru berusia 15 tahun yang bernama Bryon Wake. Dia diberitakan berhasil menyuntikan microchp ditangannnya. Didalam chip itu dia membuat sebuah program sehingga dia bisa melakukan beberapa hal secara otomatis. Misalnya mengontrol Handphone, hanya dengan melatakan tangannya pada HP miliknya maka Hp otomatis HP akan akan terbuka. Juga bisa membuka pintu otomatis.[3]

Swedia adalah negara pertama yang berhasil menggunakan microchip. Diberitakan bahwa pada tahun 2015 ribuan orang telah berhasil menanamkan chip dalam tubuhnya. Di negara-negara eropa banyak para karyawan kantor yang telah telah memakai microchip ditangannya, sehingga tidak memelukan lagi kartu karyawan, mereka hanya menmpelkan tangannya maka pintu terbuka secara otomatis, atau melakukan absensi secara otomatis dan lain sebagainya.[4]

Tidak usah jauh-jauh, di Indoensia sendiri tepatnya pempov DKI Jakarta tahun 2018 telah menyiapkan dan mendistribusikan ke 5 wilayah di jakarata 500 microchip yang ditanam pada anjing penduduk jakarta dengan tujuan supaya kalau anjing hilang atau terjadi sesuatu  pada anjing bisa dilacak atau ditracking. [5]

Kalau microchip ini telah berhasil ditanam didalam tubuh anjing bahkan ditubuh manusia, maka bukan tidak mungkin kedepan teknologi chip ini akan digunakan secara massal, bahkan bukan tidak mungkin pemerintah Indonesia membuat sebuah system yang nantinya  KTP, SIM, dan berbagai data lainnya termasuk data bank akan disatukan semua dalam 1 chip yang ditanam dalam tubuh.

Lantas bagaimana sikap kita sebagai orang Kristen dalam meresponi hal ini, apakah kita akan meresponai dengan rasa takut, khawatir, gelisah atau sebaliknya kita tetap   berpikir positif saja. Semua itu tergantung pada pemahaman kita soal bilangan 666 dalam kitab wahyu.

Oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis ingin mengkaji apakah benar bahwa teknologi chip adalah alat bagi antikristus (666), dan apakah itu  ada hubungannya dengan penggenapan nubuatan dari kitab wahyu 13:16-18. Apakah arti sebenarnya dari tanda bilangan 666 dalam kitab wahyu dan siapakah sebenarnya antikristus yang Alkitab maksudkan.

 LATAR BELAKANG KITAB WAHYU

Untuk memahami lebih jelas arti dari tanda 666 dalam Wahyu 13:18, kita terlebih dahulu memahami latar bekakang kitab Wahyu. Nama kitab Wahyu sendiri diambil dari pernyataan penulis kitab di pasal 1:1 “Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukan-Nya kepada hamba-hambaNya apa yang yang harus segera terjadi. Dan oleh malikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. Kata wahyu berasal dari kata Yunani, yaitu apokalipsis yang artinya sebuah pernyataan. Maksudnya adalah sesuatu yang samar, yang tidak jelas, yang tidak diketahu kemudia dinyatakan.

Walaupun Kitab wahyu berisi tentang pernyataan Allah kepada umat-Nya, namun sangat disayangkan ada banyak orang Kristen yang tidak begitu tertarik membaca kitab wahyu dibanding dengan kitab-kitab lainnya. Beragam alasan ada yang tidak tertarik membaca karena menurut mereka kitab wahyu sulit dimengerti, ada juga yang beralasan karena menakutkan, kerena  Sebagian berbicara tentang akhir zaman dan penghukuman.

Kalimat “inilah wahyu Yesus Kristus” memiliki arti bahwa kitab wahyu sarat dengan ajaran Tuhan Yesus tentang kehidupan, khususnya pandangan-Nya tentang gereja dan nasib orang percaya diakhir zaman. Dengan demikian kitab ini tidak hanya penting bagi gereja pada saat kitab ini ditulis tetapi juga bagi seluruh gereja segala abad. John R. W. Stott mengatakan: “While most of the other New Testament books were written to specific groups of Christians, Revelation seems consciously to have been written for the whole church, in all times and places.[5]

Bagi banyak orang kitab wahyu hanya berbicara soal masa depan saja. Hal itu tidaklah benar sebab sejatinya kitab wahyu berbicara tentang apa yang terjadi dulu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang akan terjadi pada masa depan. Dengan tujuan supaya orang Kristen disegala abad mengerti bahwa Allah tidak lepas kendali terhadap segala kesusahan dan penderitaan yang mereka alami, dan bahwa pengharapan dalam Tuhan adalah pengharapan yang pasti

Penulis dari kita wahyu adalah Rasul Yohanes murid Yesus. Dari pasal satu ayat satu kita dapat mengetahui bahwa ia adalah Yohanes (1:1) yang—sesuai dengan tradisi yang kuat di kalangan injili—dipercaya sebagai rasul Yohanes. Ia menulis injil Yohanes, surat-surat Yohanes dan kitab Wahyu, di mana ketiganya mempunyai banyak persamaan baik dalam kata, istilah maupun ajarannya, meskipun ada juga perbedaan dalam gaya bahasa dan penyajiannya. Rasul Yohanes menulis Wahyu pada masa tuanya yakni anatara 60-90 AD yakni  pada masa kekaisaran Kaisar Nero, Vespasian, Titus, Domitian. Pada masa-masa inilah orang Kristen mengalami banyak penganiayaan oleh karena imannya. Termasuk Rasul Yohanes Karena iman dan kesetiaannya beribadah kepada Tuhan ia dibuang ke pulau Patmos, sebuah pulau yang berjarak kira-kira 60 km di sebelah barat kota Efesus

Pada saat kenaikan Kristus ke sorga, Yesus berjanji bahwa Ia akan kembali pada waktunya dan pada saat itulah Ia akan membinasakan Iblis dan kuasanya serta membentuk kerajaan sorga yang kekal yaitu langit yang baru dan bumi yang baru (21:1-8). Dengan pengertian inilah jemaat mula-mual mengharapkan janji kedatangan Kristus segera digenapi. Tetapi ternyata tidak ada sesuatu yang istimewa terjadi; Yesus tidak segera datang kembali dan dalam kenyataannya orang Kristen hanya merupakan golongan minoritas, mereka mempunyai kedudukan yang lemah, mengalami penganiayaan hebat sekali, bahkan banyak yang mati syahid. [6]

 Penganiayaan itu terutama karena orang Kristen menolak untuk menyembah Kaisar sebagai Tuhan. Sebaliknya kerajaan Romawi pada waktu itu tetap kuat dan jaya bahkan mereka menganiaya orang Kristen, terutama di bawah kaisar Domitian. Karena itu, gereja dan orang Kristen pada waktu itu mulai berpikir dan bertanya-tanya, di manakah janji Tuhan dan bagaimana nasib mereka nanti? Apakah janji-janji yang mereka terima hanya isapan jempol belaka? Mengapa sampai hari ini mereka masih dibelenggu oleh kerajaan Romawi? Di manakah kerajaan Allah sesungguhnya? Mengapa orang Kristen masih merupakan minoritas saja? Kapan Yesus datang kembali? Dalam keadaan demikianlah kitab Wahyu ditulis, yaitu ditujukan kepada sekelompok gereja kecil yang sedang bingung, kecewa dan dianiaya, untuk menjawab kebingungan dan kekecewaan mereka.[7]

Dari “kacamata” seperti inilaha harusnya kita membaca kitab wahyu. Bukan ketakutan dan kengerian yang ada dalam benak kita saat membaca kitab wahyu. Sebab kitab ini ditulis bukanlah untuk membuat semakin bingung, kecewa, dan takut ketujuh jemaat. Sebaliknya kitab wahyu ditulis untuk memberikan dorongan, penghiburan, kekuatan ditengah-tengah penderitaan yang mereka alami, serta memberi keyakinan teguh kepada jemaat bahwa semua ada dalam kontrol Allah. Adalah suatu hal yang amat disayangkan kalau banyak orang Kristen tidak tertarik membaca kitab wahyu sebab pesan yang disampaikan di dalamnya sangat relevan dengan kehidupan orang Kristen disegala zaman yang juga kerap kali berhadapan dengan tantangan, penderitaan, penganiayaan oleh karena iman terhadap Kristus Yesus. Dan adalah suatu hal yang keliru kalua orang Kristen membaca kitab wahyu dengan dipenuhi rasa takut, cemas, dan gelisah.

 BAGAIMANA SEHARSUNYA MENAFSIRKAN KITAB WAHYU ?

Kitab wahyu adalah sebuah kitab sastra campuran yang didalamnya ada apokalipsis, ada surat kiriman dan ada Nubuatan. Maka sangat perlu kehati-hatian dalam manafsirakna kitab ini, haruslah ditafsirkan sesuia dengan jenis satra. Kalau Jenisnya adalah surat kiriman maka tentu kita tafsirkan secara hurufiah, kalau bentuknya adalah nubuatan maka kita juga harus lebih teliti dan menyadari bahwa sejumlah nubuatan dalam kitab wahyu tidaklah harus terjadi dijaman kita sekarang ini. Bisa saja itu adalah nubuaatan yang memang tergenapi dimasa jemaat penerima kitab wahyu yaitu ketujuh jemaat. Maka oleh sebab itu perlu terliti mana yang sudah tergenapi dimasa lalu, mana yang terjadi dimasa sekarang dan masa yang akan datang.  YakubTri Handoko berkaata Memaksakan bahwa setiap bagian Kitab Wahyu adalah nubuat merupakan keliruan. Memaksakan bahwa nubuat yang ada selalu digenapi pada zaman modern adalah bentuk kekeliruan yang lain.[8]

Douglas berkata bahwa  Yang khas dalam sastra Apokaliptik seperti kitab wahyu ialah pemikiran Allah berdaulat, yang pada akhirnya ia akan campur tangan untuk melaksanakan kehendak-Nya yang baik dan sempurna. [9]

Menurut Herberg Kitab Wahyu bahan gagasannya dipengaruhi Perjanjian Lama khususnya kitab yang bersifat apokaliptik yaitu Yehezkiel, Zakharia, Yoel, dan Daniel. Selain itu kitab Wahyu juga berisi penglihatan-penglihatan Yohanes dan pengalaman-pengalaman pribadi Yohanes.[10] Haag, Herberg. Kamus Alkitab, (Flores: Penerbit Nusa Indah - Percetakan Arnoldus, 1980), 462-464.

 Menurut Tenny  Kitab Wahyu adalah kitab apokaliptik yang biasanya menggunakan bahasa simbolik atau lambang, impian-impian, dan penglihatan-penglihatan.[11]

 Karena kitab wahyu adalah sebuah kitab apokalipsis maka tidak boleh menafsirannya secara literal atau hurufiah., melainkan menafsirkan secara simbolika.Sebagai contoh, Wahyu 7:4 “Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku Israel. Wahyu 14:1 “Dan sesungguhnya Anak Domba berdiri di bukit Sion dan Bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya”.

Kalau kita menafsirkan kedua ayat tersebut diatas secara hurufiah maka kita akan berakhir pada sebuah kesimpulan bahwa hanya   144.000 orang yang akan masuk surga atau selamat. Seperti yang dipercayai oleh saksi-saksi Yehuwa sekarang ini, mereka percaya bahwa hanya 144.000 yang akan diselamatkan.

Haruslah dimengerti bahwa Orang Yahudi sangat familiar dengan banyak gaya sastra seperti parellelismus membrorum yang biasanya terdapat dalam kitab syair seperti mazmur. Selain itu ada gematria yang banyak terdapat dikitab wahyu. Gematria berasal dari Bahasa Yunani yaitu geomatria. Gematria adalah gaya sastra yang memakai angka-angka untuk menimbolkan sesuatu. Sebagai contoh 12 melambangkan suku Israel, 7 melambangkan Roh Allah atau lambing kesempurnaan, Allah menyelesaikan ciptaannya dengan sempurna dalam 7 hari. Angka 6 angka ketidak sempurna, manusia diciptakan di hari ke 6. Angka 10 adalah symbol penggenapan.

Untuk mengerti arti angka 144.000  tentu kita harus memahaminya dalam kaca mata orang Yahudi yang mengerti gemtria.  Jadi angka 144.000 adalah symbol dari pada semua umat Allah di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tanpa terkecuali. Penafsiran ini didasarkan pada makna simbolis dari 144.000: 12 x 12 x 1000. Sebagaimana kita ketahui, jumlah suku Israel dan rasul Yesus Kristus adalah dua belas. Mereka adalah perwakilan dari seluruh umat Allah (Why 21:12-14). Jika dikalikan dengan angka 1000 yang menyimbolkan kesempurnaan dalam Kitab Wahyu, 144.000 merujuk pada jumlah seluruh umat Allah.

Contoh lainnya  dalam wahyu 12:1-6 “1Maka tampaklah suatu tanda  besar   di langit:  Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang  di atas kepalanya. 2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.  3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit;  dan lihatlah, seekor naga merah padam  yang besar , berkepala   tujuh dan bertanduk  sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 4. Dan ekornya menyeret sepertiga  dari bintang-bintang  di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya,  segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. 5. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki , yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi;   tiba-tiba Anaknya itu dirampas   dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. 6. Perempuan itu lari  ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya”.

Dalam kisah ini diceritakan bahwa Naga ini memburu anak dari perempuan itu. Tapi tiba-tiba anak itu dirampas dari buruan naga. Oleh kerena tidak berhasil maka naga ini menjadi marah kepada perempuan itu dengan mencoba memburunya dan keturunannya. Seandainya kita menafsirkan bagian perikop ini secara literal maka kita akan beranggapan bahwa nanti diakhir zaman kita akan melihat dilangit seorang perempuan dengan tanda-tanda yang aneh seperti itu berselbungkan matahari, bulan dibawah kakinya, mahkota 12 bintang  diatas kepalanya, juga kita akan melihat naga mereh padam besar yang berkepala tujuh dan bertanduk sepulu, diatas kepalanya ada 7 mahkota.

Coba bayangkan kalau model seperti ini penafsirannya, pasti akan  sulit diterima logika berpikir kita, sama halnya seperti sebuah film fantasi yang akan sulit jadi kenyataan. Oleh sebab itu kita tidak bisa menfsirkan pasal 12 ini secara hurufiah, haruslah ditafsirkan secara simbolik. Sebagaimana banyak penafsir setuju bahwa perempuan itu adalah symbol dari Israel atau gereja dan anak itu adalah simbol Yesus Kristus, sementara Naga itu adalah symbol dari Iblis yang tidak akan pernah menang.

Demikian juga halnya  berlaku dipasal 13 haruslah kita menafsirkan pasal itu secara simbolika juga  dan bukan secara hurufiah. Sehingga metode penafsirannya berlaku konsisten. Kalau menafsirkan pasal 12 secara simbolika lalu pasal 13 ditafsirkan secara hurufiah maka kita tidak konsisten dalam menafsir sehingga bisa terjadi kekeliruan dalam penafsiran.

 ANALISIS TANDA 666 DI WAHYU 13:16-18

Pembaca pertama dari kitab wahyu yaitu ketujuh jemaat yang disebutkan dalam pasal 2-3, hidup sejaman dengan  Penulis kitab wahyu. Tentu saja mereka tidak akan kesulitan dalam memahami seluruh isi surat yang mereka baca termasuk didalamya arti tanda tanda 666 ini, mengingat surat ini dialamatkan kepada mereka. Ketujuh jemaat  mengalami situasi dan kondisi keadaan dunia secara nyata pada masa itu. Namun bagi kita pembaca masa sekarang ini pasti agak sulit untuk memahaminya Karena kita tidak hidup pada masa itu.  Oleh sebab itu untuk mengerti tanda bilangan  seperti yang digambarkan dalam wahyu 13:16-18, maka kita perlu memahami konteks dari pada wahyu pasal 13. Setelah Iblis gagal membinasakan anak dari perempuan yang adalah Yesus Kristus dan mencoba membinasakan perempuan yang adalah symbol dari gereja, seperti yang diceritakan di pasal 12. Iblis tidak menyerah dan tinggal diam, dia melakukan penipuan dengan melakukan peniruan selayaknya seperti Allah yang maha kuasa.

Wahyu 13 menuliskan pemunculan dua ekor binatang buas, yakni: pertama, binatang yang keluar dari dalam laut. Laut adalah symbol dari bangsa-bangsa (band.why.17:15). Jadi binatang buas ini adalah symbol dari kuasa pemerintahan yang melawan Tuhan. Banyak penafsir mengatakan bahwa pemerintahan tersebut merujuk kepada kekaisaran romawi yang berkuasa sezaman pada saat kitab wahyu di tulis. Binatang  itu mempunyai 7 kepala dan 10 tanduk. Ini menunjuk kepada pada 7 kaisar yang berkuasa dari th 14-96 yakni: Tiberius, Caligula, Claudius, Nero, Vespasian, Titus, dan Domitianus. Namun ada 3 orang lagi yang memimpin secara singkat setelah kematian Nero yakni: Servius Sulpicus Galba (6 bulan), Markus Salvius Otho (95 hari), dan Kwintus Vitellius (kurang 1 tahun) sehingga ketiga pemimpin ini tidak sepenting dari ketujuh kiasar dan 3 pemimpin sementara itu menjadikan 10 taduk.

Paling tidak pembaca pertama dari  kitab pertama dari kitab wahyu ini beranggapan bahwa binatang pertama yang luka-luka kepalnya mengarah kepada Kaisar Nero yang memerintah dari th.55-68 M. Kaisar Nero terkeal sifatnya sangat buruk dan kejam. Dialah yang memenggal kepala Rasul Paulus. Kaisar Nero adalah Kaisar pertama Romawi yang menjadikan aniaya terhadap orang Kristen sebagai kebijakan pemerintahannya. Pada tahun 68 Nero mati bunuh diri setelah dikudeta dari takhatanya dan digantikan Kaisar Galba, Nero melarikan diri dari kota roma dalam keadaan terpuruk dan stress dia mencoba untuk bunuh diri dengan menghunuskan pisau ketubuhnya, tetapi tidak cukup dalam kemudian dia menyuruh pelayanya yang bernama Epafroditus untuk mendorong mata pisau itu lebih dalam lagi dan membuatnya mati.

Namun setelah itu beredar isu dimasyarakat bahwa Nero tidak benar-benar mati, ia dipercaya pergi ke Parthia (musuh Romawi dibagian timur yang paling berbahaya); dan pada suatu hari ia kan Kembali dengan memimpin tantara Parthia untuk menyerang kekaisaran Romawi. Pada akhir tahun 80 M seorang dari Parthia mengkalim diri sebagai Nero. Ia hamper saja berhasil membujuk rakyat Parthia untuk menyerang Eropa dibawah kepemimpinannya. Legenda ini dikenal sebagai “Nero bangkita Kembali (Nero redivivus)

Sebagai pembaca pertama dari kitab wahyu   adalah hal yang masuk diakal kalau mereka beranggapan bahwa binatang kedua merujuk kepada kaisar Domitianus, sebab pada masa kekaisarnnya mengharuskan semua rakyat Romawi untuk menyembahnya sebagai dewa setiap setahun sekali, setiap warga harus mempersembahkan kemenyan  dan berkata “kaisar adalah Tuhan” setelah orang itu melakukannya, ia bebas untuk beribadah menurut agamanya sendiri. Penyembahan kepda kaisar dijadikan sebagai alat pemersatu bagi seluruh daerah kekuasaan Romawi yang luas itu. Namun sebenarnya, penyembahan tersebut didalangi kuasa setan sehingga orang Kristen menolaknya. Mereka berkata, hanya “Kristuslah Tuhan”sehingga umat Tuhan dianggap sebagai pembangkang politis. Banyak orang Kristen yang dianiaya, disiksa, bahkan dibunuh, dibakar hidup-hidup dijadikaan sebagai obor penerang jalan. [12]

Hal yang paling khas yang bisa kita amati di pasal 13 ini adalah Iblis mencoba untuk meniru dan menyerupai Allah sehingga banyak orang yang datang menyembahnya. Groen berpendapat iblis meniru Karya Tuhan dan menampakkan dirinya sebagai Allah. Binatang yang dimunculkan dari laut adalah mesias palsu,yang menyesatkan dunia. Ia meminta dirinya disembah dan pada akhirnya membawanya manusia untuk menyembah Iblis dan menentang Allah.[13]

Binatang dari bumi (antikristus, Why 13:11-18), berusaha meniru apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Sebagaimana Allah dan Anak Domba berbagi takhta dan kuasa (Why 5:13; 7:9-10), demikian pula naga memberikan kekuatan, takhta, dan kekuasaannya pada binatang itu (Why 13:2). Binatang dari dalam laut terluka dan menjadi sembuh (Why 13:3), mengingatkan kita pada Anak Domba yang tersembelih tetapi bangkit dari kematian (Why 13:8; 5:6, 9, 12). Binatang dari dalam bumi memiliki dua tanduk seperti domba (Why 13:11). Sebagaimana Anak Domba menerima kuasa dan otoritas atas semua bangsa (Dan 7:13-14; Mat 28:18), demikian pula binatang dari dalam laut diberi kuasa dan otoritas atas bangsa-bangsa (Why 13:7).

Ciri khas yang kedua adalah bawah kedua binataang buas itu adalah memiliki sifat sombong, meninggikan diri, dan selalu melawan dan menentang Allah. Wongso berkata Mesias Palsu akan memimpin umat manusia menentang yang maha tinggi, dan berusaha membinasakan umat Allah. Namun karena usahanya memiliki keterbatasan maka itu tidak akan pernah berhasil. Sesuatu hal yang perlu dilakukan umat Allah memasyurkan Injil keselamatan keseluruh bangsa.[14] 

Segala bentuk usaha peniruan yang dilakukan oleh iblis dengan segal tipu muslihatya untuk menyemai Allah jelas tidak akan pernah berhasil, segala macam cara yang dilakukan oleh Iblis untuk melawan Allah tidak pernah berhasil akan selalu gagal, gagal dan gagal.

Telah dibuktikan disepanjang sejarah dunia ini, Iblis telah memakai manusia dalam kecongkakan untuk berusaha menyamai Allah. Dimulai dari usaha manusia untuk mendirikan Menara Babel dibawah kepeminpinan (Nimrod Kejadian 11:1-1). Raja Babel yang angkuh (Yes.14:13-14). Raja Nebudkadnezar (Dan.4:29). Keangkuahn raja Firaun, dan  beberapa kaisar romawi yang mengklaim diri sebagai Tuhan. Namun, Allah sang raja segala raja menurunkan orang dari takhta mereka, seperti yang dikatakan kepada Maria “Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahtanya dan meniggikan orang-orang yang rendah” (Luk 1:25

Dengan mengetahui kegagalan demi kegalan dalam usaha Iblis menyamai Tuhan, maka menolong kita memahami arti dari tanda 666. Angka 6 adalah symbol dari kekalahan dan kegagalan Iblis.  Yakub trihandoko berkata Di Kitab Wahyu angka 7 adalah salah satu angka sempurna (angka yang lain adalah 3 dan 10). Bagaimanapun antikristus akan meniru Kristus (angka 7), ia hanya mampu mencapai angka 6. Itu hanya angka manusia, bukan angka Anak Manusia. Dengan demikian, Antikristus telah gagal dalam upayanya menyamai Kristus. Jika diulang sampai tiga kali (666) berarti gagal, gagal, dan gagal, alias gagal total. Itulah nasib antikristus![15].

Demikian juga  tentang dahi dan tangan haruslah kita maknai sebagai symbol seperti tanda 666. Alkitab sudah memberikan beberapa petunjuk bahwa tanda di dahi dan tangan hanyalah sebuah simbol. Di wahyu 14:1 berkata bahwa pengikut anak domba diberi tanda di dahi, tentu itu tidak ada penafsir yang akan menafsirkan itu secara hurufiah, kita tidak pernah melihat ada orang percaya (pengikut anak domba) yang di dahinya tertulis Nama Allah anak, dan Allah Bapa.  . Di dalam ulangan 6:6-9 kita bisa mengetahui hal ini.

"Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu."

Perhatikan ayat 8 “haruslah engkau mengikatkanya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambing di didahimu”. Apakah ayat ini kita akan tafsirkan secara hurufiah, apakah mengasihi Tuhan itu ditulis di dahi dan di tangan, tentu tidak bukan. Ayat ini harus kita tafsirkan secara simbolik. Arti dari ayat ini adalah bahwa hanya kasih kepada Allah saja yang boleh menguasai pikiran kita dan kita tunjukan melalui perbuatan tangan kita. Jadi dahi berbicara tentang cara berpikir atau memandang sesuatu, sedangkan tangan merujuk pada Tindakan atau perbuatan. Maka dengan demikian Microchip yang ditanam ditangan itu bukanlah tanda daripada antikristus.

MENGENALI ANTIKRISTUS YANG SESUNGGUHNYA

Kata "Antikristus", Yunani: αντιχριστος - ANTIKHRISTOS, terdiri atas preposisi αντι - ANTI, melawan, menentang, beroposisi; dan kata χριστος - KHRISTOS, "Kristus", Yang Diurapi, Mesias, Masih. Jadi antikristus adalah seseorang yang berlawanan, membentuk oposisi, menentang Kristus, bahkan menyatakan bahwa tidak ada Kristus.[16]

Walaupun banyak orang mengasosiasikan Naga dan  bintatang buas dalam kitab wahyu itu adalah antikristus tetapi sebenarnya di dalam kitab Wahyu sendiri rasul Yohenes tidak pernah meyebutkan kata antikristus. Justru Rasul Yohanes menjelaskan secara detail siapa itu antikristus di dalam suratnya yang lain yakni di 1 & 2 Yohanes. Jadi kalau kita ingin tahu lebih jelas siapa itu antikristus, ja lebih baik kita membacanya dari 1 & 2 Yohanes dari pada dikitab wahyu. Ada beberapa kali Rasul Yohanes menyebutkan antikristus dalam suratnya secara eksplisit, seperti dibawah ini.

1 Yohanes 2:18-19 “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seoarang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak anti Kristus. Itulah tandanya bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap Bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Fakta yang  bisa kita temukan dalam kedua ayat tersebut adalah bahwa pada saat surat itu ditulis telah bangkit banyak antikristus. Jadi antikristus itu ternyata tidak hanya datang pada masa sekarang ini dan masa yang akan datang tetapi juga telah ada pada zaman gereja mula-mula. Fakata kedua yang kita temukan adalah bahwa ternyata antikristus bukanlah berasal dari luar kekristenan. Yohanes mengungkapkan bahwa antikristus berasl dari kita (gereja/orang Kristen) hanya saja mereka tidak sungguh-sungguh jadi orang percaya .

1 Yohanes 2:22 “Siapakah sipendusta itu ? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus ? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun anak.

Di dalam ayat ini semakin jelas rasul Yohanes mengungkapkan siapa itu antikristus. Dengan sangat jelas bahwa antikrustus adalah Pendusta !, siapa itu pendusta ? mereka yang menyangkal Yesus Kristus sebagai Tuhan, mereka yang menyangkal atau tidak percaya kepada Allah Bapa dan Allah anak. Kesatuan Tritunggal.

1 Yohanes 2:26 “ Semua itu kutiliskan kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu”

Fakta lain yang dari ayat ini tentang antikristus adalah  bahwa antikristus itu adalah penyesat. Yaitu mereka yang memutar balikan kebanaran, mereka yang menyimpang dari pengajaran kebenaran murni dari Alkitab.

1 Yohanes 4:3 “dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

Hal yang menarik dari ayat ini adalah Yohenes tidak hanya menyebutkan antikristus sebagai seorang pribadi, tetapi juga menyebutnya “roh antikristus”. Roh antikristus berbicara tentang sebuah pengajaran, isme, semangat yang menyangkal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruslamat

2 Yohanes 1:7 “Sebab banyak penyesat telah mencul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, itu adalah si penyesat anti kristus.

Dalam ayat ini Yohanes berkata bahawa antikristus pada zaman gereja mula-mula bukan hanya telah banyak muncul tetapi juga mereka bergerak pergi keseluruh dunia menyesatkan banyak orang dari kebenaran, yakni menyangkal penjelmaan Tuhan Yesus menjadi manusia.

Dari penjelasan Yohanes tentang siapa itu antikristus, meyakinkan kita bahwa antikristus yang sesungguhnya adalah mereka yang menyebarkan pengajaran sesat, pengajaran palsu, yang menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Jadi yang harus diwaspadai oleh orang-orang Kristen bukanlah Antikristus yang dalam rupa microchip karena tidak ada hubungannya sama sekali.Bagaimana mungkin hal yang materi bisa mennghilangkan keyakinan iman kita kepada Kristus Yesus. Atau beranggapan bahwa  hanya antikristus yang datang dalam rupa dengan kejam menyiksa, mengejar orang-orang percaya untuk dibunuh yang perlu diwaspadai, walaupun kita harus siap sedia untuk itu.  tetapi bahaya yang sangat nyata didepan mata kita bahwa sekarang ini telah banyak ajaran-ajaran sesat yang beredar di media social yang menyimpang dari pengajaran Alkitab. Pada intinya ajaran-ajaran tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, tidak mengakui Allah Tritunggal seperti yang digambarkan di dalam Alkitab.

 KESIMPULAN

Setelah Penulis melakukan studi analisis terhadap tanda 666 di Wahyu 13:16-18, penulis sampai kepada sebuah kesimpulan bahwa teknologi RFID Microchip tidak mungkin merujuk kepada tanda 666 yang sering disebut sebagai tanda bilangan antikrisutus. Karena kitab wahyu adalah kitab apokalipsis yang memilki banyak symbol, maka bilangan 666 harus ditafsirkan secara simbolika. Bilangan 666 melambangkan usaha Iblis yang memakai manusia untuk menyamai Allah yang memiliki kuasa yang terbatas, namun segala daya upaya yang dilakukan akan berakhir pada kegagalan.

Microchip hanyalah sebuah alat teknologi yang yang memudahkan manusia dalam urusan administrasi. Jadi orang percaya tidak perlu meresa takut, khawatir, gelisah terhadap teknologi microchip jika suatu saat nanti dijadikan sebagai sebuah system yang terpaksa harus ditanam dalam tubuh manusia. Karena hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan iman percaya kita. Microchip tidak akan merusak iman kita. Apalagi menghilangkan keselamatan .

Keselamatan kita tidak ditentukan oleh benda material seperti microchip yang ditanam dalam tubuh, Keselamatan kita hanya oleh iman kepada Kristus Yesus. Tidak bisa dipungkiri bahwa bisa saja terjadi penganiayaan terhadap-orang Kristen diseluruh dunia oleh karena imanNya kepada Kristus, itu adalah bagian dari pada usaha Iblis melawan Tuhan dan tidak akan pernah menang oleh sebab itu gereja perlu siap-siap sedia tidak perlu takut. Hal lain yang perlu orang Kristen khwatirkan, dan waspadai adalah pengajaran-pengajaran yang meyimpang dari kebenaran Alkitab yang telah beredar banyak di media social bahkan telah menyusup ke dalam gereja. Rasul Yohanes menyebut mereka adalah penyesat, pendusta, antikristus yang harus diwaspadai

Catatan-Catatan :

https://kominfo.go.id/content/detail/20524/hoaks-chip-rfid-666-antikristus/0/laporan_isu_hoaks

https://news.okezone.com/read/2020/07/23/18/2251173/dituding-gunakan-vaksin-untuk-tanam-chip-pada-manusia-ini-kata-bill-gates

https://www.dailymail.co.uk/news/article-3145230/Look-mum-m-microchipped-Boy-15-injects-tiny-controller-operate-mobile-phone-unlock-doors-hand-business-cards.html

https://www.scmp.com/news/world/europe/article/2145896/thousands-people-sweden-get-microchip-implants-new-way-life

Basic Introduction to the New Testament (Grand Rapids: Eerdmans, 1985) 141.

Veritas : Jurnal Teologi dan pelayanan (http://repository.seabs.ac.id/bitstream/handle/123456789/98/Latar%20Belakang%20dan%20Tujuan%20Penulisan%20Kitab%20Wahyu.pdf?sequence=3&isAllowed=y

Veritas : Jurnal Teologi dan pelayanan (http://repository.seabs.ac.id/bitstream/handle/123456789/98/Latar%20Belakang%20dan%20Tujuan%20Penulisan%20Kitab%20Wahyu.pdf?sequence=3&isAllowed=y

http://rec.or.id/article_441_Apakah-teknologi-CHIP-merupakan-tanda-antikristus)

Douglas,J. D. Ensklopedi Alkitab Masa Kini, (Jakarta:Yayasan Komunikasi Bina Kasih GMF, 1996), 537-539.

Haag, Herberg. Kamus Alkitab, (Flores: Penerbit Nusa Indah - Percetakan Arnoldus, 1980), 462-464.

Haag, Herberg. Kamus Alkitab, (Flores: Penerbit Nusa Indah - Percetakan Arnoldus, 1980), 462-464.

Ludwig.C.1967.Para Penguasa: Pada Zaman Perjanjian Baru. Bandung Kalam Hidu

13.Groen, P D Jacob. Aku Datang Segera, (Surabaya:Momentum Christian Literature,2002),175-184).

14.  Wongso, Peter. Eksposisi Doktrin Alkitab kitab wahyu, (Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1996),578.

15. (http://rec.or.id/article_441_Apakah-teknologi-CHIP-merupakan-tanda-antikristus)

16.http://www.sarapanpagi.org/antikristus-study-kata-vt257.html

 

 


Rabu, 20 Mei 2020

Hidup Di Kesementaraan

Oleh: Hadiran Halawa


“.....Apakah arti hidupmu ? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap”.Yakobus 4:14


Pada saat ngobrol dengan teman-teman alumni SMA dan juga juga teman-teman Alumni zaman masih kuliah, terkadang kita diingatkan kembali ke masa-masa indah  dan pahitnya hidup yang pernah kita alami dan lalui bersama. Sepertinya belum lama kita pernah sekolah sama-sama, tinggal di asrama sama, semua memory kebersamaan masih terasa fresh dingatan. Kita terkadang dibawa dalam sebuah kesadaran bahwa waktu begitu cepat berlalu tanpa kita menyadarinya. Sepertinya barusan saja kita pernah sama-sama. Namun ternyata kita sudah berpisah sekian tahun atau mungkin sekian puluh tahun lamanya.


Waktu begitu cepat berlalu itu adalah sebuah fakta yang kita alami sebagai manusia yang hidup dalam kesementaraan. Bagi sebagian orang yang punya anak sepertinya baru melihat anaknya digendong saat masih bayi, diajak main saat masih kecil, diantar kesekolah, dan sekarang sudah pada dewasa bahkan sudah memiliki kehidupan baru dalam pernikahan mereka. Perubahan rambut yang kian memutih, perubahan kulit raut wajah yang kian mengkerut/keriput, itulah manusia. Manusia memilki tiga fase dalam kehidupan yaitu: Lahir, bertumbuh dewasa dan mati. Dan semua tidak terasa cepat berlalu dalam waktu yang begitu singkat.


Rasul Yakobus bertanya apakah arti hidupmu ? dan langusung sekalian memberi jawaban bahwa hidupmu seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Saat kita lagi memasak air didapur kita bisa melihat air yang sedang mendidih mengeluarkan uap yang kelihatan cuma sebentar saja dan setelah itu lenyap seketika. Seperti itulah gamabaran hidup manusia di dunia ini. Rasul Yakobus adalah pemimpin jemaat, maka oleh sebab itu ia merasa bertanggung jawab memberikan nasehat-nasehat dan teguran kepada orang Kristen khusus yang berlatar belakang Yudaisme yang hidup diperantauan. Termasuk didalamnya bagaiman memahami dan memaknai hidup yang begitu singkat dalam dunia ini.


Mengevaluasi hidup kita


Pertanyaan Yakobus “apa arti hidup” kelihatannya sederhana sehingga banyak orang yang sering mengabaikannya. Sebenarnya kalau mau coba ambil waktu sejenak merenung dan mempertanyakan pada diri sendiri apa arti hdup, maka kita akan mendapati bahwa pertanyaan ini begitu dalam maknanya. Kita akan dibawa dalam sebuah evaluasi kehidupan, setelah kita menjalani hidup di dunia sekaian tahun lamanya. Namun harus diakui bahwa jarang orang yang mau mengevaluaasi kehidupannya. Barangkali hanya ada dua peristiwa manusia diingatkan tentang hidupnya yang singkat yaitu pada saat pergantian tahun atau ulang tahun, dan pada saat berada di rumah duka. Kebanyakan orang baru kembali diingatkan arti hidup pada saat melayat ke rumah duka.


Salomo, raja yang terkenal dengan hikmatnya yang luar biasa berkata dalam Pengkhotbah 7:2 “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Di rumah duka kita melihat masa depan dan tujuan hidup, sedang ke rumah pesta kita hanya melihat dan menikmati kebahagian yang bersifat sementara. Di rumah duka kita bisa mengevaluasi hidup kita, dan sekaligus membawa kita kepada suatu kesadaran  bahwa suatu saat juga kita akan mengalami kematian seperti itu entah kapan waktunya, namun yang pasti kita semua ada dalam antrian itu entah cepat atau lambat.


Kenyataan yang harus disadari bahwa kita tidak selamanya muda, tidak selamanya kuat, tidak selamanya jaya, dan tidak hidup selama-lamanya di dunia yang fana ini. Oleh sebab itu selama masih ada kesempatan yang Tuhan beri harus betul betul dipergunakan dengan baik. Sebab ada saatnya ketika kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Apa yang kita lakukan sekarang dikesementaraan akan berdampak pada kekekalan.


Bijaksana mengelola waktu


Karena hidup ini begitu singkat seperti uap, kita harus memperhatikan betul bagaiman kita hidup, harus bijaksana menghabiskan waktu-waktu sisa hidup kita di dunia. Kita tidak boleh membuang-buang waktu hidup untuk hal-hal yang tidak berarti yaitu hal-hal yang hanya bersifat sementara. Seperti ambisi mengejar jabatan, kekayaan, popularitas dan segala macam hal yang dunia anggap berharaga dan penting.  kita harus menginvestasikan hidup kita kepada hal-hal yang bernilai kekal. Setiap investasi kita yang bernilai kekal akan kita tuai dalam kekekalan.


Ada begitu banyak orang selama masih kuat, ketika masih jaya-jayanya tidak memikirkan arti hidupnya, terlena dengan segala pencapaian dan keberhasilannya. Baru kemudian pada saa-saat kritis antara hidup dan mati, ketika terserang penyakit yang mematikan baru mulai mencari Tuhan, baru mulai mengevaluasi arti hidupnya. Beruntung kalau masih ada kesempatan untuk bertobat diamasa kritis tetapi bila tidak ada waktu sama sekali maka semunya sudah terlambat, yang ada hanya penyesalan dalam kekakalan. Perlu kita menganggap bahwa inilah hari terakhir kita di dunia sehingga kita tidak membuang-bung waktu dengan percuma untk hal-hal yang bersifat sementara.


Pengkhotbah 7:13,14 segala rencana masa depan hanyalah sia-sia sebab kita tidak mengerti tentang masa depan dan mengetahui tentang masa depan. Oleh karena itu percaya kepada Tuhan sepenuhnya, mengandalkan Tuhan secara total adalah sikap yang bijakasana. Harus dipahami bahwa tidak ada satu manusiapun yang tahu akan hari esoknya seperti apa. Maka oleh sebab itu tidak alasan bagi manusia untuk tidak bergantung penuh kepada Tuhan, sang pemilik waktu dan kehidupan. Tidak ada alasan bagi manusia unutuk menyombongkan diri dengan segala hikmat dan pengetahuan duniawai yang dimilikinya, dengan segala jabatan, harta kekayaan yang dimilikinya. Sebab semua itu tidak akan kita bawa saat kita menghadap sang pencipta kita.


Melibatkan Tuhan dalam segala hal


Rasul Yakobus mensehati jemaat untuk tidak melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan mereka. Tidak ada hal sepele yang kita rencanakan dan lakukan untuk kita tidak melibatkan Tuhan di dalamnya. Melibatkan Tuhan dalam segala hal dalam hidup kita, sebagai sebuah tindakan pengakuan bahwa kita ini hanyalah manusia fana  yang penuh keterbasan, dan sekaligus mengakui bahwa hanya Tuhan satu-satunya yang berdaulat penuh atas hidup kita, yang mengendalikan dan bertanggung jawab penuh atas hidup kita sebagai makhluk ciptaanNya yang paling mulia.


Melibatkan Tuhan dalam setiap apa yang kita rencanakan dan kerjakan memungkinkan kita untuk hidup sejalan dengan kehendakaNya dan melakukan setiap hal seturut dengan rencana dan panggilannya atas hidup kita sehingga pada akhirnya kita bisa mencapai destiny kita dengan baik. barangkali bagi orang lain atau bahakan mungkin bagi penilain diri kita sendiri kita bukan siapa2, bukan orang yang dikenal banyak orang, bukan orang yang berpengaruh. barangkali kita hanya hamba Tuhan biasa menurut ukuran kaca mata manusi . Hal itu bukanlah masalah sebab yang terpenting adalah  kita sudah berjalan dan menggenapi rencana dan panggilan Tuhan atas hidup kita. 


Hidup dalam keintiman dengan Tuhan adalah hal yang mutlak dibutuhkan jika kita ingin hidup sejalan dengan kehendak Tuhan, hidup menggenapi rencana Tuhan atas hidup kita. sebab bagaimana mungkin kita bisa tau apa kehendak Tuhan atas hidup kita kalau kita tidak punya relasi keintiman dengan Dia. Bagaimana mungkin kita bisa mendengar suaraNya kalau kita tidak bergaul karib denganNya. Bagaimana mungkin kita mau berjalan dalam kehendakNya kalau kita tidak mendengar suaraNya. 


Menyadari bahwa hidup kita di bumi hanyalah sementara akan menentukan cara kita memandang dan memaknai kehidupan. akan merevolusi cara bagaimana kita hidup, bertindak, berpikir, berkata, bekerja, melayani dll. Bagaimana kita mengisi hidup kita yang sementara dibumi ini akan menentukan bagaimana hidup kita dalam kekekalan.


Tuhan Yesus Memberkati



 

 

 


JANGAN TAWAR HATI

Oleh: Hadiran Halawa

Sebab itu kami tidak tawar hati, meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami diperbaharui dari hari ke serhari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. (2 Korintus 4:17-18)

Tawar hati artinya suatu kondisi dimana tidak ada gairah dan semangat hidup lagi, kondisi hidup yang sudah putus asa, kecewa, frustrasi, putus pengharapan, disebab oleh karena tekanan dan pergumulan hidup  yang begitu berat dan berlangsung dalam waktu yang begitu lama. Sangat mudah bagi seseorang menjadi tawar hati dalam mengalami penderitaan dan kesusahan hidup misalnya sedang mengalami suatu sakit yang begitu lama dan tidak kunjung sembuh. Apalagi kalau sudah berdoa sekian lama minta pertolongan dari Tuhan, berdoa minta muzijat Tuhan dinyatakan, tetapi pada kenyataan masalah tetap ada bahkan semakin besar, maka bisa saja hati menjadi tawar. Amsal mengingatkan kita “Jika engkau tawar hati pada masa kesesekan kecillah kekuatanmu”. Amsal 24:10

Paulus dengan Jelas berkata bahwa dia tidak tawar hati menghadapi berbagai penderitaan dan kesulitan hidup. Penderitaan adalah sebuah realitas hidup yang harus dihadapi dengan sudut pandang yang benar. Paulus berkata meskipun tubuh lahiriahnya semakin merosot, manusia batiniahnya diperbaharui dari hari kesehari.Tubuh lahiriah kita semakin merosot seiring dengan bertambahnya usia, semakin tua tentu fisikpun semakin melemah kekuatannya. Mudah terserang oleh sakit penyakit. Tidak ada obat apapun untuk mencegah seseirang menjadi tua, walaupun sekarang ini ada banyak orang mengkonsumi obat-obatan untuk awet muda, atau melakukan operasi plastik supaya tampak lebih mudah, namun pada kenyataanya terima atau tidak tubuh akan semakin tua dan pada saatnya akan kembali kepada debu “...sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kejadian 3:19)

Tubuh lahiriah kita boleh saja merosot seiring dengan berjalannya waktu Tetapi manusia batiniah kita tidak ikut merosot, justru semakin diperbaharui seiring dengan berjalannya waktu manusia batiniah kita semakin kuat seiring dengan bertambahanya iman dan pengenalan kita akan Tuhan. Kunci dari pada kekuatan kita dalam mengahadapi penderitaan adalah manusia rohani/batiniah kita harus semakin kuat. Sehingga walaupun secara fisik menderita namun kita bisa melewatinya dengan baik, tidak patah semangat, ada sukacita Tuhan yang yang menjadi kekuatan kita Nehemia 8:10. Manusia batiniah kita bisa mempengaruhi manusia jasmaniah kita untuk terus semangat menjadi  hidup ini.

Manusia batiniah kita  bersifat kekal dan akan membawa kita bertemu Tuhan. Alkitab menyatakan bahwa pada saat kedatangan Kristus kelak, orang percaya akan hidup dengan tubuh yang sudah dibangkitkan dan dimuliakan. "Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah." (1 Korintus 15:42-44).

Kalau Paulus menasehati kita untuk tidak tawar hati ditengah pergumulan hidup, Paulus layak dan pantas mengatakannya. Sebab Paulus sendiri telah mengalami seperti apa beratnya tantangan, kesulitan hidup, Paulus telah menyelesaikan pertandingan imannya dengan sangat baik. Perjalanan iman Paulus tidaklah gampang menurut apa yang kita pikirkan. Paulus harus mengalami penderitaan yang begitu hebat sebagai konsekuensi imannya terhadap Kristus, terlebih konsekuensi terhadap berita injil yang harus diberitakan demi keselamatan banyak orang.Tidak jarang Paulus harus mengalami penderitaan hebat terancam untuk dibunuh, kedinginan,  haus dan lapar, sakit yang harus diderita, berulangkali dipenjarakan, dicambuk, dipukuli. Paulus tidak menjadi mundur dari pertandingan yang harus dia jalani. Dia menjadi seorang prajurit yang disiplin, petani yang tekun, olahragawan yang ulet, yang terus menjalani pertandingan itu, terus berlari secara marathon sampai kepada garis akhir dari pertandingan yang Tuhan tetapkan baginya (1 Korintus 9:26, 2Timotius 2:4-6).

Penderitaan Ringan

Bagi rasul Paulus penderitaan yang kita alami adalah penderitaan ringan. Mungkin sebagian kita akan protes pernyataan Paulus, dan berkata ah...Paulus gampang ngomong begitu,  coba merasakan apa yang saya rasakan, coba mengalami kesulitan hidup, beban berat yang mendidihku saat ini pasti tidak akan  berkata bahwa penderitaan kita di dunia ini ringan. Betapa tidak, penderitaan manusia dalam dunia ini seringkali membawanya dalam puncak keputusasaan, kehilangan pengharapan. Ketika penderitaan masih dalam skala kecil mungkin masih bisa menanggungnya, tetapi coba bayangkan masalah dan penderitaan hidup tidak datang bertubi-tubi tiada hentinya dengan skala yang semakin besar.

Tidak gampang memang berkata bahwa penderitaan di dunia ini ringan. Ada banyak orang yang kemudian lari dari imannya kepada Kristus, karena tidak kuat dengan penderitaan yang sedemikia berat, ada banyak orang yang bunuh diri karena persoalan hidup yang tidak bisa ditanggung lagi. Tak terkecuali orang orang Kristen yang kita anggap beriman, bahkan hamba-hamba Tuhan yang telah dipakai dalam pelayanan, menggembalakan gereja besar bisa berakhir dengan bunuh diri karena beban persoalan hidup yang menghimpit.

Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan adalah sebuah realitas yang manusia hadapi dan lalui di dunia ini. Tentu intensitas penderitaan bertingkat-tingkat ada  yang berat, ada yang sedang, ada pula yang ringan. Namun seringkali bahwa berat tidaknya bobot atau intesitas dari sebuah penderitaan tergantung dari orang yang menanggungnya. Tergantung dari pada perspektif orang yang sedang menanggung penderitaan itu sendiri. Kadang penderitaan yang sangat berat menurut si A belum tentu berat menurut si B. Demikian juga sebaliknya, penderitaan ringgan menurut si A bisa jadi berat menurut si B. Kadang ada orang tertentu menggunakan penderitaan justru menjadi kekuatan untuk bisa bangkit dan semakin melejit kehidupannya.

Penderitaan secara umum bisa disebabkan karena berbagai hal, diantaranya karena akibat dari pada perilaku yang buruk dari manusia itu sendiri. Hal ini  bisa seringkali terjadi dalam hubungan dengan sesama manusia, juga bisa hubungan manusia dengan alam yang tidak harmonis sehingga menimbulkan bencana alam. Selain itu penderita bisa diakibat karena konsekuensi dosa yang dilakukan. Dan penderitaan bisa timbul karena konsekuensi terhadap iman kita kepada Kristus dan berita injil. Setiap manusia mempunyai penderitaan dalam konteksnya  masing. Bagi seorang karyawan yang bekerja dikantor punya konteks penderitaan tersendiri. Bagi Seorang ibu yang melahirkan dan membersarkan anak memilki penderitaan tersendiri. Bagi seorang anak yang sedang menempuh pendidikan dibangku sekolah memiliki penderitaan tersendiri.

Kemuliaan Kekal

Bagi Rasul Paulus penderitaan di dunia ini bukanlah sesuatu hal yang dapat membuat kita hidup terpuruk, hidup dalam penyesalan, tidak membuat kita menyerah dan putus asa. Penderitaan harus disikapi dengan positif dan optimis. Hidup tidak selamanya menderita terus, adakalanya mengalami puncak sukacita dan kebahagiaan juga. Itu sudah bagian dari kehidupan manusia. Penderitaan bisa kita ubah menjadi berkat kalau kita memiliki perspektif yang benar terhadap penderitaan itu sendiri. Namun bisa juga menjadi kutuk kalau memiliki perspektif yang salah.

Paulus berkata “sebab penderitaan ringan yang sekarang, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami”. Dalam poin ini, Paulus mengajarkan kita untuk melihat penderitaan yang sekarang ini kita alami dari sudut pandang kekalan. Kalau kita melihat persoalan hidup dalam perspekif kekinian jelas akan membuat kita stres, putus asa dan berujung kepada kondisi hati yang menjadi tawar. Penderitaan, kesusahan hidup kita di dunia ini sedang mengerjakan bagi kita  kemuliaan yang sifatnya tidak sementara tetapi kekal, yang jauh lebih mulia dari apapun yang dibanggakan di dunia ini, jauh lebih berarti dari apa yang dunia anggap berarti. Jika dibandigkan dengan kemuliaan kekal yang kelak akan kita terima, rasanya penderitaan yang sementara di dunia tidak ada artinya.

Kita harus memiliki sudut pandang yang seperti ini. Sehingga kendatipun kehidupan kita dalam dunia tidak seperti yang kita harapkan, penuh dengan persoalan dan penderitaaan, tapi tidak mengapa sebab akan ada hadiah kekal yang sedang menanti kita. Ibarat seorang ibu yang mau melahirkan anak, pasti mengalami kesakitan dan menderita luar biasa menjelang sang bayi akan lahir, tetapi ketika sang buah hati itu lahir seakan penderitaan yang sebelumnya dialami sirna begitu saja digantikan dengan sukacita kebahagiaan yang meluap. Apalagi hadiah kekekalan yang akan kita peroleh kelak.

Kemudian Paulus berkata “Kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara,sedangkan yang tak kelihatan kekal”. Paulus tidak meyangkali fakta dari penderitaan yang dialami. Penderitaan, kesusahan hidup, kesakitan, penganiayaan, kelaparan, disakiti, dipukuli, semua itu nyata dia alami. Seperti yang kita alami juga dalam kehidupan setiap hari. Paulus mengatakan bahwa semua itu nyata adanya kita lalui hari lepas hari selama di dunia ini, tetapi sifatnya hanyalah sementara saja, yang segera akan berakhir ketika kita meninggalkan dunia ini. Tetapi disisi lain ada kenyataan yang pasti juga yang harus kita sadari bahwa ada hadiah kekalan yang tidak kelihatan yang sedang menanti kita di depan.

Oleh sebab itu Paulus mengajak kita semua orang percaya walaupun penderitaan itu nyata kita alami hari lepas hari, namun biarlah hati serta pemikiran kita tidak fokus terhadap penderitaan yang sementara itu, biar mata kita tidak berfokus kepada gunung persoalan yang akan membuat kekuatan kita semakin lemah, tetapi berfokuslah kepada apa yang tidak kelihatan yaitu kemuliaan kekal disurga menantikan setiap kita yang telah mengakhiri setiap pertandingan imannya dengan baik. Seorang atlet tidak akan memusingkan dirinya dan mefokuskan perhatiannya kepada kesakitan fisik yang diaalami, seoarang atlet sejati akan terus berlari kendati tubuh lelah,letih, kesakitan tetapi akan terus berjuang berlari begitu rupa mencapai garis akhir untuk meraih hadih yang telah disediakan.....”Aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada yang dihadapanku, berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”. Filipi 3:13-14